Tampilkan postingan dengan label Kedokteran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kedokteran. Tampilkan semua postingan

JENIS-JENIS KECERDASAN: KECERDASAN SPIRITUAL


Dalam buku klasiknya, an Essay on Man, Cassirer (1944) menguraikan bagaimana sejak zaman purba, manusia secara instinktif sudah menyadari dan memiliki kecenderungan untuk mencari sesuatu yang lebih ‘besar’ daripadanya. Manusia memiliki kebutuhan untuk terhubung (connect) dengan sesuatu yang lebih ‘besar’ dari dirinya. Pada orang-orang beragama ‘sesuatu’ itu biasa dimaksudkan sebagai Allah, Tuhan, Dewa dan lain sebagainya, sedangkan bagi yang tidak beragama seringkali dikaitkan dengan alam semesta atau kekuatan-kekuatan hebat lain yang ada. Berbeda dengan hewan lainnya, manusia memang cenderung mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang terkait dengan sesuatu yang lebih besar darinya, manusia memiliki kecenderungan dan kemampuan berpikir melampaui dirinya (transendental).

JENIS-JENIS KECERDASAN: KECERDASAN EMOSIONAL


Secara populer orang yang inteligen sering disebut sebagai orang yang cerdas, dan dikaitkan dengan kemampuan kognitif yang dimilikinya. Dan kecerdasan inilah yang dianggap menjanjikan keberhasilan. Namun dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai bahwa seorang yang cerdas tidak selalu berhasil. Seorang yang sangat cepat memecahkan soal matematika atau memiliki banyak pengetahuan namun dalam hidupnya tidak berhasil atau biasa-biasa saja. Hal ini pada tahun 1970 -1980an menggugah beberapa ahli (Gardner, Salovey, Mayer, Baron dalam Goleman, 1996) melakukan berbagai penelitian untuk menilai apa yang berada dibelakang kegagalan ini. Berdasarkan berbagai penelitian tadi Goleman (1996) mengajukan sebuah konsep yang segera menjadi sangat populer, yaitu konsep kecerdasan emosi (emotional intelligence).

JENIS-JENIS KECERDASAN: INTELIGENSI DAN IQ


Berbagai penelitian ilmu pengetahuan telah mengindikasikan bahwa otak meregulasi perilaku. Broca (19..), misalnya, menemukan bahwa pasien dengan gangguan pada bagian …… otaknya mengalami kesulitan bicara. Neuroscience meneruskan tradisi penelitian ini. Disiplin ilmu ini menemukan antara lain perilaku kreativitas, bermusik, matematika dan sebagainya merupakan hasil aktivitas bagian otak tertentu. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat terjadi dan semakin baik sebagai hasil belajar, dan proses belajar ini disebutkan merupakan sebuah proses akibat fungsi inteligensi.

FUNGSI OTAK: DUA BELAHAN OTAK


Kemampuan berpikir manusia yang jauh melebihi kemampuan hewan termasuk mamalia lainnya terutama merupakan kontribusi dari bagian luar cerebral cortex. Walaupun mamalia lain juga memiliki cerebral cortex, namun cerebral cortex pada manusia lebih tebal dua kali lipat dan memiliki funsi dua kali lipat (Taylor, 2008). Cerebral cortex ini berkaitan erat dengan keutamaan karakter Kebijaksanaan dan Pengetahuan. Khususnya mengenai kreativitas, kaitan terdekat adalah dengan fungsi dan kerjasama antara dua belahan otak.

FUNGSI OTAK: TIGA SERANGKAI OTAK (THE TRIUNE BRAIN)


Menurut MacLean, seorang ahli neurologi mantan direktur dari Laboratory of the Brain and Behavior pada United States National Institute of Mental Health, otak berbagai spesies mengalami evolusi panjang. Otak manusia merupakan hasil evolusi terakhir yang paling canggih.

Berdasarkan penelitan yang panjang, MacLean (1990) mengajukan sebuah konsep yang diberi nama The Triune Brain (Tiga Serangkai Otak). Teori ini mulai dikembangkan pada tahun 1954 dan terus berkembang berdasarkan berbagai penelitian sampai akhir hayatnya. Menurut MacLean (1990), otak berevolusi dalam tiga periode besar dan evolusi ini membentuk tiga lapisan. Lapisan yang paling tua dikenal sebagai R-complex, lapisan kedua disebut Limbic System, dan yang terakhir Neocortex. Masing-masing lapisan memiliki karakter dan fungsi yang berbeda-beda namun saling berhubungan dan bekerjasama dalam menentukan perilaku yang akan ditampilkan oleh individu.