PROFIL INDONESIA CORRUPTION WATCH (ICW)




Company Profile
Indonesia Corruption Watch (ICW) adalah organisasi non pemerintah yang mempunyai tujuan untuk mengawasi dan melaporkan pada masyarakat tentang aksi korupsi yang terjadi di Indonesia. Organisasi ini dibentuk oleh Teten Masduki bersama pengacara Todung Mulya Lubis serta ekonom Faisal Basri dan pegiat anti korupsi lainnya. ICW lahir di Jakarta pada 21 Juni 1998. Organisasi tersebut hadir di tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca Soeharto yang demokratis, bersih dan bebas korupsi.

ICW resah atas banyaknya kasus korupsi yang melanda negeri serta banyak kasus korupsi yang tidak ditangani dengan baik. Banyak mafia peradilan yang malah menumpulkan hukum Indonesia. ICW lahir karena didorong oleh berbagai latar belakang yang ditulis dalam bentuk manifesto, yang berjudul Manifesto Gerakan Antikorupsi Indonesia Corruption Watch.

ICW berpihak pada masyarakat yang miskin secara ekonomi, politik dan budaya. Nilai yang dianut ICW adalah keadilan sosial dan kesetaraan gender, demokratis dan kejujuran. Sudah banyak kasus korupsi yang ditelusuri ICW dan akhirnya masuk pengadilan. Organisasi ini memiliki visi menguatnya posisi tawar rakyat untuk mengontrol negara dan turut serta dalam keputusan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang demokratis, bebas dari korupsi, berkeadilan ekonomi, sosial, serta gender.

Meski kerap menyerukan antikorupsi, organisasi ini pernah dituding beberapa pihak tentang aliran dana ilegal. Lalu ICW menepis tudingan ini dan menyampaikan sumber dana yang diperoleh. Dana tersebut bisa dilihat di web resmi ICW.

ICW lahir karena didorong oleh berbagai latar belakang yang ditulis dalam bentuk manifesto, yang berjudul Manifesto Gerakan Antikorupsi Indonesia Corruption Watch.

Ketuanya saat ini adalah J Danang Widoyoko. ICW memiliki Dewan Etik yang beranggotakan:
·         Bambang Widjojanto, 
·         Dadang Trisasongko, 
·         Kemala Chandrakirana, 
·         Masdar F. Masudi, 
·         (alm) Munir, 
·         Teten Masduki


Twitter: @darikelas
Facebook: Dari Kelas

0 komentar:

Posting Komentar