EKONOMI MIKRO, EKONOMI MAKRO, DAN MASALAH DI BIDANG EKONOMI


EKONOMI MIKRO

Ekonomi mikro mempelajari bagian kecil dari seluruh aktivitas perekonomian, yaitu perilaku ekonomi secara individu, rumah tangga, perusahaan, dan pasar. Ekonomi mikro secara khusus mempelajari cara pengambilan keputusan produsen dan konsumen dalam pembentukan harga di pasar dan pengalokasian sumber daya ekonomi. Analisis ekonomi mikro terdiri atas teori harga, teori produksi, dan teori distribusi. Aspek-aspek yang dipelajari dalam ekonomi mikro antara lain interaksi di pasar barang, interaksi di pasar faktor produksi, serta perilaku produsen dan konsumen.


EKONOMI MAKRO

PENGENDALIAN INTERNAL TAMBAHAN TERHADAP SALDO AKUN SERTA PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN


Jika pengendalian internal untuk kelompok transaksi, seperti lima kelompok transaksi yang memengaruhi saldo-saldo akun pada siklus penjualan dan penagihan disimpulkan efektif dan pengujian substantif transaksi yang terkait juga mendukung kesimpulan tersebut, kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan dapat berkurang.

Selain itu, pengendalian internal terkait secara langsung dengan saldo akun serta penyajian dan pengungkapan dapat muncul, meskipun tidak diidentifikasikan atau diuji sebagai bagian dari pengujian pengendalian atau pengujian substantif transaksi. Untuk siklus penjualan dan penagihan, hal tersebut akan berpengaruh pada tujuan terkait saldo nilai realisasi dan hak dan kewajiban serta empat tujuan penyajian dan pengungkapan.

RETUR PENJUALAN DAN PENGURANGAN HARGA DALAM AUDIT


Tujuan audit terkait transaksi dan metode klien untuk mengendalikan salah saji pada dasarnya sama seperti untuk memproses memo kredit sebagaimana digambarkan pada pengendalian untuk penjualan, dengan dua perbedaan. Pertama, materialitas. Dalam banyak kondisi, retur penjualan dan pengurangan harga tidak material sehingga auditor dapat mengabaikannya.

Perbedaan kedua adalah penekanan pada tujuan keterjadian. Untuk retur penjualan dan pengurangan harga, auditor biasanya menekankan pengujian pengendalian yang dicatat untuk membongkar setiap pencurian kas dari penagihan piutang dagang yang ditutupi oleh retur penjualan dan pengurangan harga yang fiktif. (Meskipun auditor biasanya menekankan pada tujuan keterjadian untuk retur penjualan dan pengurangan harga, tujuan kelengkapan juga penting dalam menguji saldo akun untuk menentukan apakah telah terjadi kurang saji pada penjualan dan retur penjualan di akhir tahun).

AKUN-AKUN DAN KELOMPOK-KELOMPOK TRANSAKSI DALAM SIKLUS PENJUALAN DAN PENAGIHAN


Tujuan keseluruhan dalam audit siklus penjualan dan penagihan adalah untuk mengevaluasi apakah saldo-saldo akun yang dipengaruhi oleh siklus tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan SAK. Akun-akun yang biasanya digunakan dala siklus penjualan dan penagihan dengan menggunakan akun T. Sifat dari setiap akun dapat beragam, bergantung pada industri dan klien yang terkait. Terdapat perbedaan dalam sifat dan arsip-arsip akun untuk industri jasa, perusahaan ritel, dan perusahaan asuransi, namun konsep-konsep kuncinya pada dasarnya tetap sama.

Terdapat lima kelompok transaksi berikut dalam siklus penjualan dan penagihan.
  1. Penjualan (penjualan tunai dan penjualan kredit).
  2. Penerimaan kas.
  3. Retur penjualan dan pengurangan harga.
  4. Penghapusan piutang tak tertagih.
  5. Estimasi beban piutang tak tertagih.

PENGUJIAN AUDIT UNTUK PENGHAPUSAN PIUTANG TAK TERTAGIH


Sama seperti halnya retur penjualan dan pengurangan harga, perhatian utama auditor dalam mengaudit penghapusan piutang tak tertagih adalah kemungkinan adanya personel klien yang menutupi pencurian dengan menghapus piutang yang sebelumnya sudah tertagih (tujuan keterjadian). Pengendalian utama untuk mencegah kecurangan ini adalah dengan melakukan otorisasi penghapusan piutang yang tepat oleh manajemen yang berwenang setelah penyelidikan secara menyeluruh atas alasan pelanggan yang tidak mampu melunasi piutang tersebut.

Umumnya, verifikasi akun-akun piutang yang dihapus memakan waktu yang relatif singkat. Biasanya, auditor menguji apakah terdapat persetujuan penghapusan piutang dari pejabat yang tepat. Untuk suatu sampel akun piutang yang dihapus, juga biasanya penting bagi auditor untuk memeriksa korespondensi di arsip klien yang mengindikasikan bahwa piutang tersebut memang tidak dapat ditagih. Dalam beberapa kasus, auditor juga memeriksa laporan kredit seperti laporan yang diterbitkan oleh Dun & Bradstreet. Setelah auditor telah menyimpulkan bahwa penghapusan akun di jurnal umum sudah tepat, beberapa unsur harus ditelusuri ke arsip utama piutang dagang untuk menguji apakah penghapusan tersebut telah dicatat dengan memadai.

DAMPAK PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF TRANSAKSI DALAM AUDIT


Hasil dari pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi memiliki dampak yang signifikan pada pengauditan selanjutnya, khususnya pada pengujian substantif perincian saldo. Bagian pengauditan yang paling terpengaruhi pengujian pengendalian dan pengujian substantif transaksi siklus penjualan dan penagihan adalah saldo akun piutang dagang, kas, beban piutang tak tertagih dan penyisihan piutang tak tertagih.

Lebih lanjut, jika hasil pengujian tersebut tidak memuaskan, maka penting untuk melakukan pengujian substantif transaksi tambahan untuk penjualan, retur penjualan dan pengurangan harga, penghapusan piutang tak tertagih serta pemrosesan penerimaan kas. Auditor perusahaan publik juga harus mempertimbangkan dampak dari hasil pengujian yang tidak memuaskan pada audit pengendalian internal laporan keuangan.

7 HAL YANG DAPAT MENERANGI ALAM KUBUR DAN 10 ORANG YANG MENJADI SAUDARA IBLIS


7 HAL YANG DAPAT MENERANGI ALAM KUBUR
  1. Ikhlas dalam beribadah.
  2. Berbakti kepada ibu dan bapak (birrul Waalidaiin).
  3. Mempererat tali silaturahim
  4. Tidak menyia-nyiakan usia dalam kemaksiatan.
  5. Tidak mengikuti kehendak hawa nafsu.
  6. Bersungguh-sungguh dalam taat.
  7. Memperbanyak dzikir kepada Allah.
(Kitab Nashoihul Ibad)

BAGAIMANA TEKNOLOGI INFORMASI MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL


Sebagian besar entitas, termasuk usaha kecil yang merupakan bisnis keluarga, mengandalkan teknologi informasi (TI) untuk mencatat dan memproses transaksi-transaksi bisnis. Sebagai akibat dari ledakan kemajuan dalam TI, bahkan usaha-usaha yang relatif kecil pun kini menggunakan komputer dengan program akuntansi komersial untuk mengerjakan pembukuan mereka. Ketika bisnis berkembang dan kebutuhan akan informasi meningkat, biasanya mereka meningkatkan sistem TI-nya. Penggunaan jaringan TI yang kompleks, internet, serta fungsi TI yang terpusat untuk kebutuhan fungsi akuntansi kini merupakan hal yang umum dilakukan dimana pun.

TUJUAN PENGENDALIAN INTERNAL PERUSAHAAN DALAM AUDIT


Sebuah sistem pengendalian internal terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dirancang agar manajemen mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa perusahaan mencapai tujuan dan sasarannya. Kebijakan dan prosedur tersebut seringkali disebut sebagai pengendalian, dan secara kolektif akan membentuk suatu pengendalian internal entitas. Manajemen biasanya memiliki tiga tujuan umum berikut dalam merancang sistem pengendalian internal.

  1. Keandalan laporan keuangan. Manajemen bertanggung jawab untuk menyusun laporan keuangan bagi para investor, kreditor, dan para pengguna lainnya. Manajemen memiliki tanggung jawab hukum maupun profesional untuk meyakinkan bahwa informasi disajikan dengan wajar sesuai dengan ketentuan dalam pelaporan seperti misalnya GAAP. Tujuan pengendalian internal yang efektif terhadap laporan keuangan adalah untuk memenuhi tanggung jawab pelaporan keuangan ini.
  2. Efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi. Pengendalian dalam suatu perusahaan akan mendorong penggunaan sumber daya perusahaan secara efisien dan efektif untuk mengoptimalkan sasaran yang dituju perusahaan. Sebuah tujuan penting atas pengendalian tersebut adalah akurasi informasi keuangan dan nonkeuangan mengenai kegiatan operasi perusahaan yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan oleh para pengguna laporan.
  3. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan. Perusahaan publik, perusahaan nonpublik, maupun organisasi nirlaba diharuskan untuk mematuhi beragam ketentuan hukum dan peraturan. Beberapa peraturan ada yang terkait dengan akuntansi secara tidak langsung, misalnya perlindungan terhadap lingkungan dan hukum hak-hak sipil. Sedang yang terkait erat dengan akuntansi, misalnya peraturan pajak penghasilan dan kecurangan.

KESIMPULAN DARI BAGIAN-BAGIAN PERENCANAAN AUDIT


Tujuan utama perencanaan audit adalah untuk mendapatkan pemahaman atas bisnis dan industri klien, yang digunakan untuk menilai risiko audit yang dapat diterima, risiko bisnis klien dan risiko salah saji material dalam laporan keuangan.

Prosedur analitis didefinisikan dalam PSA 22 (SA 329) sebagai evaluasi atas laporan keuangan yang disusun dengan mempelajari kemungkinan hubungan-hubungan antara data keuangan dan nonkeuangan... yang melibatkan perbandingan antara jumlah yang tercatat dengan ekspektasi yang dikembangkan oleh auditor. Prosedur analitis menggunakan perbandingan-perbandingan dan hubungan-hubungan untuk menentukan apakah saldo akun-akun atau data lainnya disajikan secara wajar relatif terhadap ekspektasi auditor.

DAMPAK E-COMMERCE TERHADAP BUKTI AUDIT DAN DOKUMENTASI AUDIT


Bukti audit makin banyak yang disajikan dan disimpan dalam bentuk elektronik, dan auditor harus mengevaluasi bagaimana informasi elektronik memengaruhi kemampuan mereka untuk mengumpulkan bukti yang cukup dan tepat. Dalam kondisi tertentu, bukti elektronik hanya muncul pada satu waktu saja. Bukti itu tidak bisa didapatkan lagi jika data berubah dan jika klien tidak mempunyai data cadangan. Oleh karena itu, para auditor harus mempertimbangkan ketersediaan bukti elektronik pada permulaan audit dan merencanakan pengumpulan buktinya bagaimana.

SIFAT BUKTI AUDIT


Bukti adalah segala informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi yang sedang diaudit telah dinyatakan sesuai dengan kriteria yang telah diteteapkan. Informasi dapat berbeda-beda. Dalam hal bahan bukti ini mampu menyakinkan auditor apakah laporan keuangan dinyatakan sesuai dengan standar akuntansi (prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP)). Bahan bukti mencakup informasi yang sangat meyakinkan, misalnya perhitungan fisik yang dilakukan oleh audit terhadap surat-surat berharga, dan informasi yang kurang meyakinkan, misalnya jawaban dari pertanyaan yang diajukan kepada pegawai klien.


BUKTI AUDIT DIBANDINGKAN DENGAN BUKTI HUKUM DAN BUKTI ILMIAH

MENETAPKAN TUJUAN AUDIT


Auditor menjalankan pengauditan atas laporan keuangan dengan menggunakan pendekatan siklus dalam melakukan pengujian audit atas transaksi-transaksi yang memengaruhi saldo akhir suatu akun serta melakukan pengujian audit atas saldo akun dan pengungkapan terkait. Hampir di semua pengauditan, keseluruhan tingkat keyakinan dapat ditingkatkan dengan cara mengaudit saldo akhir akun piutang. Auditor telah menemukan bahwa pada umumnya, cara yang paling efektif dan efisien untuk malukan pengauditan adalah dengan mendapatkan beberapa kombinasi keyakinan untuk setiap kelompok transaksi dan untuk saldo akhir akun-akun terkait.

Untuk setiap kelompok transaksi yang telah ditentukan, beberapa tujuan audit harus terpenuhi sebelum auditor dapat menyimpulkan bahwa transaksi tersebut telah dicatat dengan tepat. Hal ini dinamakan tujuan audit terkait transaksi. Sebagai contoh, terdapat tujuan audit terkait transaksi penjualan yang spesifik dan tujuan audit terkait transaksi retur penjualan dan pengurangan harga yang spesifik.

TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN AUDIT


Tanggung jawab untuk menerapkan kebijakan akuntansi yang memadai, menjaga kecukupan pengendalian internal dan menyajikan laporan keuangan yang wajar terletak pada manajemen, bukan auditor. Karena mengoperasikan perusahaan sehari-hari, manajemen perusahaan lebih mengetahui transaksi-transaksi dan aset yang terjadi di perusahaan, liabilitas, dan ekuitas yang terkait, dibandingkan dengan auditor. Sebaliknya, pengetahuan auditor mengenai hal tersebut serta pengendalian internal hanya terbatas pada apa yang mereka dapatkan selama menjalankan pengauditan.

Banyak laporan keuangan perusahaan publik yang memasukkan pernyataan mengenai tanggung jawab manajemen dan hubungan dengan KAP. Tanggung jawab manajemen atas kewajaran dalam representasi (asersi) pada laporan keuangan memberikan kebebasan bagi manajemen untuk menemukan penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang dianggap oleh auditor tidak dapat diterima, maka auditor dapat menerbitkan opini tidak wajar (adverse) atau opini wajar dengan pengecualian (qualified) atau menarik diri dari kontrak kerja.

TUJUAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN


Tujuan pengauditan umum atas laporan keuangan oleh auditor independen merupakan pemberian opini atas kewajaran dimana laporan tersebut telah disajikan secara wajar, dalam segala hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha dan arus kas, sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Fokus utama kita adalah Seksi PSA 02 yang menekankan pada pemberian opini atas laporan keuangan. Untuk perusahaan publik di Amerika Serikat, auditor juga menerbitkan laporan atas pengendalian internal terhadap laporan keuangan sebagaimana diharuskan oleh Seksi 404 Sarbanes-Oxley Act. Auditor mengakumulasikan bukti-bukti audit dalam rangka mencapai kesimpulan mengenai apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar dan menetukan efektivitas pengendalian internal, setelah mereka menerbitkan laporan audit yang tepat.

STANDAR AUDIT INTERNASIONAL


Globalisasi dunia usaha dan pasar modal telah menumbuhkan minat dan tren yang kuat untuk mengembangkan standar akuntansi dan audit yang seragam di seluruh dunia. Saat ini, para wakil dari berbagai negara bekerja bersama dalam proyek penetapan stnadar untuk mengoordinasikan standar audit internasional yang baru.

International Standards on Auditing (ISAs) diterbitkan oleh International Auditing Practices Committee (IAPC) dari International Federation of Accountants (IFAC). IFAC adalah organisasi profesi akuntansi sedunia, dengan 163 organisasi anggota di 120 negara, yang mewakili lebih dari 2,5 juta akuntan di seluruh dunia. IAPC berupaya meningkatkan keseragaman praktik audit dan jasa-jasa terkait di seluruh dunia dengan menerbitkan persyaratan mengenai berbagai fungsi audit dan atestasi serta mendorong penerimaannya di seluruh dunia.

KANTOR AKUNTAN PUBLIK (KAP)


Audit atas semua laporan keuangan bertujuan umum di Indonesia dilakukan oleh kantor akuntan publik (KAP) kecuali atas organisasi pemerintah tertentu. Hak legal untuk melakukan audit diberikan kepada kantor akuntan publik oleh Menteri Keuangan. Kantor akuntan publik juga memberikan banyak jasa lain klien, seperti jasa pajak dan konsultasi.

Hanya kurang dari 500 kantor akuntan publik yang beroperasi di Indonesia (dibandingkan lebih dari 45.000 kantor akuntan publik beroperasi di Amerika Serikat), yang besarnya berkisar dari 1 hingga 20.000 partner dan staf. Keempat KAP terbesar di Indonesia disebut kantor akuntan publik internasional "Empat Besar", mereka adalah Deloitte Touche Tohmatsu, Ernst & Young Global, KPMG Internasional dan PricewaterhouseCoopers. Keempat kantor ini memiliki cabang di seluruh dunia. KAP empat besar ini juga mengaudit hampir semua perusahaan besar baik di Indonesia maupun dunia serta juga banyak perusahaan yang lebih kecil juga.

AKUNTAN PUBLIK BERSERTIFIKAT (CPA)


Pemakaian gelar certified public accountant (CPA) diatur oleh Menteri Keuangan. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 17/2008 mengatur persyaratan untuk memperoleh dan mempertahankan izin berpraktik, baik untuk akuntan publik maupun Kantor Akuntan Publik (KAP).

Bila seseorang berencana menjadi akuntan publik (CPA), dia harus memahami persyaratan-persyaratan yang dikeluarkan Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan Menteri Keuangan. Sejalan dengan PMK 17/2008, IAPI diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan ujian CPA dan memberikan sertifikat CPA. Sebelumnya, hak tersebut diberikan kepada Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Ujian CPA yang diselenggarakan terakhir oleh IAI adalah pada Juli 2008. Setelah itu ujan CPA diselenggarakan oleh IAPI. Ujian CPA yang diselenggarakan pertama kalinya oleh IAPI diselenggarakan awal tahun 2009, empat kali setahun.

PERBEDAAN ANTARA AUDIT DAN AKUNTANSI


Banyak pemakai laporan keuangan dan masyarakat umum yang keliru karena kurang dapat memahami perbedaan antara audit dan akuntansi. Kekeliruan ini timbul karena sebagian besar audit biasanya berkenaan dengan informasi akuntansi, dan banyak auditor yang sangat menguasai masalah-masalah akuntansi. Kebingungan ini semakin bertambah dengan diberikannya gelar "akuntan publik bersertifikat" kepada banyak individu yang melakukan audit.

Akuntansi adalah pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran peristiwa-peristiwa ekonomi dengan cara yang logis yang bertujuan menyediakan informasi keuangan untuk mengambil keputusan. Untuk menyediakan informasi yang relevan, para akuntan harus memiliki pemahaman yang mendalam atas prinsip-prinsip dan aturan-aturan yang menjadi dasar penyiapan informasi akuntansi. Selain itu, akuntan juga harus mengembangkan suatu sistem untuk memastikan bahwa peristiwa-peristiwa ekonomi dari entitas yang bersangkutan dicatat secara tepat waktu dengan biaya yang wajar.

BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN (BAPEPAM-LK)


Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) adalah badan pemerintah pusat yang membantu menyediakan informasi yang andal bagi investor untuk membuat keputusan investasi. UU Pasar Modal tahun 1985 mengharuskan sebagian besar perusahaan yang berencana menerbitkan sekuritas baru kepada masyarakat agar menyerahkan laporan registrasinya kepada Bapepam-LK yntuk disetujui. UU tersebut memberikan perlindungan tambahan dengan mengharuskan perusahaan publik dan lainnya untuk menyerahkan laporan tahunan yang terperinci kepada Bapepam-LK. Komisi itu lalu memeriksa lengkapnya dan memadainya laporan tersebut sebelum mengizinkan perusahaan menjual sekuritasnya melalui bursa saham.

Meskipun Bapepam-LK mensyaratkan banyak sekali informasi yang tidak berkaitan langsung dengan para akuntan, UU Pasar Modal mensyaratkan laporan keuangan, yang disertai dengan pendapat akuntan publik independen, sebagai bagian dari laporan registrasi dan laporan-laporan berikutnya.

SARBANES-OXLEY ACT DAN PUBLIC COMPANY ACCOUNTING OVERSIGHT BOARD DI AMERIKA SERIKAT


Sarbanes-Oxley Act membentuk Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB), yang ditunjuk dan diawasi oleh Securities and Exchange Commission (SEC). PCAOB mengawasi auditor perusahaan publik dan terbuka, menetapkan standar audit dan pengendalian mutu untuk audit atas perusahaan terbuka serta melakukan pemeriksaan atas pengendalian mutu di kantor-kantor yang melakukan audit tersebut. Kegiatan-kegiatan ini tadinya merupakan tanggung jawab AICPA.

Sebelum diberlakukannya Sarbanes-Oxley Act, Auditing Standards Board (ASB) dari AICPA menetapkan standar audit untuk perusahaan terbuka dan perusahaan swasta. Sekarang PCAOB bertanggung jawab atas standar audit untuk perusahaan terbuka, sedangkan ASB terus menyediakan standar-standar audit bagi perusahaan swasta.

ETIKA DAN STATISTIKA


Setelah berbagai peristiwa kemelut di Enron, Tyco, HealthSouth, WorldCom, dan bencana perusahaan lainnya, para mahasiswa bisnis perlu memahami bahwa peristiwa-peristiwa ini disebabkan oleh kesalahan menampilkan data bisnis dan keuangan. Dalam masing-masing kasus, orang-orang dari setiap organisasi melaporkan informasi keuangan keapda para investor yang mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut berkinerja jauh lebih baik dibandingkan situasi yang sesungguhnya. Ketika informasi keuangan yang sesungguhnya dilaporkan, perusahaan-perusahaan tersebut bernilai jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang diumumkan. Akibatnya, banyak investor yang kehilangan semua atau hampir semua uang yang mereka tanamkan dalam perusahaan-perusahaan ini.

DATA TINGKAT RASIO DALAM STATISTIKA


Hampir semua data kuantitatif dicatat pada tingkat pengukuran rasio. Tingkat rasio (ratio level) merupakan tingkat pengukuran "tertinggi" diantara tingkat nominal, ordinal, dan interval. Tingkat pengukuran ini mempuanyai semua karakteristik yang dimiliki tingkat interval, namun perlu ditambahkan, titik 0 mempunyai arti dan rasio antara dua bilangan juga mempunyai arti. Contoh skala pengukuran rasio adalah upah, unit produksi, berat, perubahan harga saham, jarak antara kantor cabang, dan ketinggian. Uang merupakan ilustrasi yang tepat. Apabila Anda memiliki $0, berarti Anda tidak mempunyai uang. Berat merupakan contoh lain, Apabila skala sebuah timbangan yang telah dikalibrasi dengan tepat menunjukkan angka nol, maka artinya tidak ada benda yang sedang ditimbang. Rasio dua bilangan juga mempunyai arti, Apabila pendapatan Jim dari menjual asuransi adalah $40.000 per tahun dan pendapatan Rob dari menjual mobil adalah $80.000 per tahun, maka besar pendapatan Rob sama dengan dua kali besar pendapatan Jim.

DATA TINGKAT INTERVAL DALAM STATISTIKA


Tingkat pengukuran interval (interval lebel of measurement) merupakan tingkat berikutnya setelah data tingkat nominal dan data tingkat ordinal. Tingkat ini meliputi semua karakteristik tingkat ordinal, namun, selain itu, perbedaan antarnilainya merupakan ukuran yang konstan. Contoh tingkat pengukuran interval adalah temperatur. Anggaplah temperatur yang tinggi pada tiga hari berturut-turut ketika musim dingin di Boston adalah 28, 31, dan 20 derajat Fahrenheit. Ketiga pengukuran temperatur ini dapat diurutkan dengan mudah, namun kita juga dapat menentukan perbedaan antara ketiganya. Hal ini mungkin dilakukan, karena 1 derajat Fahrenheit merepresentasikan satuan pengukuran yang tetap. Perbedaan setara antara dua temperatur adalah sama, tanpa memedulikan posisi mereka pada skala. Perbedaan antara 10 derajat dan 15 derajat Fahrenheit adalah 5, perbedaan antara 50 dan 55 derajat juga adalah 5 derajat. Penting juga diingat bahwa 0 hanya merupakan titik pada skala. Nol tidak merepresentasika ketiadaan suatu keandaan. Nol derajat Fahrenheit kira-kira sama dengan -18 derajat Celcius.

DATA TINGKAT ORDINAL DALAM STATISTIKA


Tingkatan yang lebih tinggi setelah data tingkat nominal adalah tingkat ordinal (ordinal level). Contoh, terdapat suatu penilaian para mahasiswa mengenai Profesor James Brunner dalam mata kuliah Pengantar Keuangan. Setiap mahasiswa dalam kelas tersebut menjawab pertanyaan, "Secara keseluruhan, bagaimana Anda menilai pengajar di kelas ini?" Penilaian variabel tersebut mengilustrasikan penggunaan skala pengukuran ordinal. Satu klasifikasi bernilai "lebih tinggi" atau "lebih baik" dibandingkan klasfikasi yang berikutnya. Artinya, nilai "Sangat baik" lebih tinggi dari "Baik", "Baik" lebih tinggi dari "Sedang", dan seterusnya. Namun, kita tidak mampu membedakan besarnya perbedaan masing-masing kelompok. Apakah perbedaan antara "Sangat baik" dan "Baik" sama halnya dengan perbedaan antara "Buruk" dan "Sangat buruk?" Kita tidak dapat menjelaskannya. Apabila kita mengganti "Sangat baik" dengan angka 5 dan "Baik" dengan angka 4, kita dapat menyimpulkan bahwa penilaian "Sangat baik" lebih baik dibandingkan penilaian "Baik", namun kita tidak dapat menjumlahkan tingatan "Sangat baik" dengan tingkatan "Baik", dengan berharap bahwa hasilnya akan memunculkan makna tertentu. Lebih jauh lagi, kita tidak dapat menyimpulkan bahwa penilaian "Baik" (dengan angka 4) adalah dua kalinya penilaian "Buruk" (dengan angka 2). Kita hanya dapat menyimpulkan bahwa penilaian "Baik" lebih baik dari penilaian "Buruk". Kita tidak dapat menyimpulkan seberapa baik penilaiannya.

DATA TINGKAT NOMINAL DALAM STATISTIKA


Untuk tingkat pengukuran nominal (nominal level of measruement), pengamatan variabel kualitatif hanya dapat diklasifikasikan dan dihitung. Tidak ada urutan tertentu pada labelnya. Klasifikasi dari enam warna permen coklat susu M&M's merupakan contoh tingkat pengukuran nominal. Kita mengategorikan permen tersebut secara sederhana menggunakan warna tanpa dirurutkan. Sehingga, kita dapat melaporkan permen warna coklat terlebih dahulu, oranye terlebih dahulu, atau warna papaun terlebih dahulu. Gender merupakan contoh tingkat pengukuran nominal lainnya. Anggaplah kita akan menghitung jumlah siswa dan melaporkan jumlah masing-masing siswa laki-laki dan siswa perempuan. Kita dapat melaporkan siswa laki-laki maupun perempuan terlebih dulu. Urutannya tidaklah penting. Untuk tingkat nominal, pengukurannya hanya dilakukan dengan cara menghitung. Contoh, ada tabel yang menunjukkan penurunan sumber persediaan minyak dunia. Variabelnya dalah negara atau kawasan. Keduanya merupakan variabel tingkat nominal karena kita menuliskan informasi berdasarkan sumber persediaan minyak dan tidak ada urutan alamiahnya. Jangan bingung dengan fakta bahwa kita merangkum variabelnya dengan melaporkan jumlah barel yang diproduksi setiap hari.

TINGKAT PENGUKURAN DALAM STATISTIKA


Data dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa tingkat pengukuran. Tingkat pengukuran data menyatakan perhitungan yang dapat dilakukan untuk merangkum dan mempresentasikan data. Tingkat pengukuran juga menentukan uji statistik yang dilakukan. Sebagai contoh, ada enam jenis warna permen dalam sebuah kantong M&M's. Anggaplah kita menandai warna coklat dengan nilai 1, kuning 2, biru 3, oranye 4, hijau 5, dan merah 6. Dari kantong permen tersebut, kita jumlahkan nilai-nilai warna tersebut dan kemudian kita bagi dengan jumlah permen dalam kantong dan melaporkan bahwa nilai rata-rata warnanya adalah 3,56. Apakah ini berarti bahwa warna rata-ratanya adalah biru atau oranye? Tentu saja tidak! Sebagai contoh kedua, pada lomba lari di sebuah sekolah menengah atas, ada delapan peserta yang berlomba dalam lintasan 400 meter. Kita melaporkan urutan yang masuk ke garis akhir dan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk sampai di garis finish adalah 4,5. Apakah makna dari rata-rata waktu finish ini? Tidak ada! Dalam kedua contoh ini, kita telah melakukan kesalahan dalam menggunakan tingkat pengukuran.

JENIS-JENIS VARIABEL DALAM STATISTIK


Terdapat dua jenis variabel yang mendasar: (1) kualitatif dan (2) kuantitatif. Ketika karakter yang dipelajari bersifat non-numerik, karakter tersebut disebut variabel kualitatif (qualitative variable) atau sebuah atribut (attribute). Contoh variabel kuantitatif adalah gender, afiliasi agama, jenis mobil yang dimiliki, tempat kelahiran, dan warna mata. Jika data bersifat kualitatif, kita biasanya tertarik dengan berapa banyak atau berapa besar proporsi dari setiap kategorinya. Sebagai contoh, berapa persen populasi yang mempunyai mata berwarna biru? Berapa banyak umat Katolik dan Protestan di Amerika Serikat? Berapa persen jenis SUV yang terjual dari total mobil yang terjual bulan lalu? Data kualitatif sering dirangkum dalam diagram dan grafik batang.

JENIS-JENIS STATISTIKA


Ilmu statistika biasanya dibagi menjadi dua kategori: statistika deskriptif dan statistika inferensial.


STATISTIKA DESKRIPTIF

Definisi statistika yang disampaikan sebelumnya mengacu kepada "peraturan, presentasi, analisisi ... data." Cabang statistika ini biasanya disebut sebagai statistika deskriptif (descriptive statistics). 

Statistika Deskriptif: Metode mengatur, merangkum, dan mempresentasikan data dengan cara yang informatif.

Sebagai contoh, pemerintah Amerika Serikat melaporkan populasi Amerika Serikat adalah 179.323.000 jiwa pada tahun 1960; 203.302.000 jiwa pada tahun 1970; 226.542.000 jiwa pada tahun 1980; 248.709.000 jiwa pada tahun 1990, dan 265.000.000 jiwa pada tahun 2000. Informasi ini merupakan statistika deskriptif. Informasi ini disebut statistika deskriptif karena kita menghitung pertumbuhan persentase dari satu dekade ke dekade berikutnya. Namun, tidak menjadi statistika deskriptif apabila kita menggunakan data ini untuk mengestimasi populasi penduduk Amerika Serikat pada tahun 2010 atau pertumbuhan persentase dari tahun 2000 hingga 2010. Mengapa? Karena statistik ini tidak digunakan untuk merangkum populasi penduduk di waktu lampau, tetapi untuk mengestimasi populasi penduduk di masa datang.

MENGHEMAT AIR


Air tidak akan habis karena memiliki daur. Akan tetapi, persediaan air bersih semakin berkurang. Penyebabnya antara lain polusi (pencemaran). Sedemikian sulitnya mendapatkan air bersih sehingga seringkali orang perlu membelinya. Beberapa puluh tahun lalu, orang masih dapat mengambil air dari sungai atau sumur pompa. Saat ini di banyak daerah khususnya kota besar, orang tidak dapat mengambil air bersih melalui sungai atau sumur pompa. Air yang diambil dari sumur pompa kebanyakan telah tercemar.

Oleh karena itu, selain mengurangi atau menghilangkan pencemaran (polusi), kita juga harus menghemat air bersih. Apalagi jika air bersih kita peroleh dengan membeli. Semakin banyak air yang kita gunakan, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan.

PENGARUH KEGIATAN MANUSIA TERHADAP DAUR AIR


Air hujan dapat membersihkan udara secara alami. Perhatikanlah, sehabis hujan biasanya udara terasa lebih bersih dan segar.

Akan tetapi, air hujan ternyata dapat mengakibatkan kerusakan. Pernahkah mendengar tentang hujan asam? Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan pada bangunan, tumbuhan, dan hewan jika terkena.

Hujan asam terjadi karena uap air dan gas-gas lain di udara bercampur dengan gas-gas beracun membentuk asam. Gas-gas beracun ini dikeluarkan sebagai gas buangan dari bahan bakar kendaraan bermotor dan pabrik. Jadi, kegiatan manusia sangat berpengaruh terhadap berjalannya daur air. Oleh karena itu, untuk mengurangi dan mencegah terjadinya hujan asam, kita harus mengurangi pelepasan gas-gas beracun ke udara.

DAUR ATAU SIKLUS AIR


Seperti udara, air juga tidak akan habis. Air selalu ada di bumi karena air mengalami daur (siklus). Daur adalah perubahan-perubahan yang terjadi secara berulang-ulang dalam suatu pola tertentu. Jadi, daur air adalah perubahan yang terjadi pada air secara berulang dalam suatu pola tertentu.

Air yang ada di permukaan bumi mengalami penguapan, yaitu berubah menjadi uap air. Penguapan air terjadi karena air terkena panas matahari. Uap air naik ke tempat tinggi dan dingin. Akibatnya, uap air mengembun hingga membentuk butiran air. Butiran-butiran air yang jumlahnya sangat banyak ini membentuk awan. Di tempat yang amat tinggi dan dingin, butiran air dapat membeku. Jika butiran air atau es di awan cukup besar, butiran dapat jatuh ke tanah sebagai hujan. Biasanya butiran es sudah berubah menjadi air saat bersentuhan dengan udara lebih panas di bawahnya.

CARA MENGGUNAKAN SUMBER DAYA ALAM


Beberapa sumber daya alam dapat langsung kita gunakan seperti bahan asalnya, misalnya air dan udara. Sinar matahari juga dapat langsung kita gunakan, misalnya untuk mengeringkan makanan dan pakaian yang dijemur.

Tumbuhan, hewan, bahan tambang, dan sinar matahari perlu kita usahakan atau kelola agar dapat kita gunakan. Dalam usahanya itu, manusia melakukan berbagai kegiatan. Berbagai sarana dibangun agar dapat memanfaatkan sumber daya alam semaksimal mungkin.

CARA MEMELIHARA KESEHATAN ALAT PERNAPASAN


Agar kesehatan alat pernapasan kita tetap terjaga baik, kita perlu melakukan pola hidup sehat. Pola hidup sehat yang dapat meningkatkan kesehatan alat pernapasan diuraikan berikut ini.

a. Makan makanan bergizi
Makanan bergizi dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tubuh menjadi tidak mudah terserang penyakit. Misalnya, jika pola makan kita sehat dan teratur, kita tidak mudah tertular influenza.

b. Berolahraga teratur
Tubuh kita membutuhkan oksigen yang cukup, untuk terjadinya pembakaran. Dengan olahraga, proses pernapasan dapat diperlancar akibat latihan-latihan pernapasan yang benar. Olahraga yang baik bagi pernapasan antara lain atletik, senam, dan renang.

PERISTIWA MENJELANG PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA


Tanggal 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima, sebuah kota di Jepang dijatuhi bom atom oleh Amerika. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan kembali oleh Amerika di Kota Nagasaki. Akibatnya, pasukan Jepang mengalami kekalahan dimana-mana. Untuk mempersiapkan kemerdekaan di pihak Indonesia sebagai salah satu wilayah yang diduduki Jepang, maka pada tanggal 9 Agustus 1945, tiga tokoh pemimpin bangsa Indonesia, yaitu Bung Karno, Bung Hatta, dan Dr. Rajiman Widyodiningrat berangkat ke Kota Dalat di Vietnam. Setelah melakukan pembicaraan sekitar persiapan kemerdekaan Indonesia, maka pada tanggal 14 Agustus 1945, ketiga tokoh tersebut kembali ke Indonesia.

Bertepatan kembalinya ketiga tokoh tersebut, pemimpin angkatan perang Jepang memerintahkan untuk menghentikan perang dan mengakui kekalahan Jepang. Tanggal 14 Agustus 1945, seorang tokoh pemimpin Indonesia, yaitu Sutan Syahrir memperoleh berita bahwa Jepang sudah mengalami kekalahan. Pada malam harinya, Sutan Syahrir segera menemui Bung Karno untuk menyampaikan berita tentang kekalahan Jepang dan menuntut agar Bung Karno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, dengan berbagai pertimbangan, Bung Karno menolak usul tersebut.

CIRI-CIRI KENAMPAKAN ALAM WILAYAH INDONESIA


Anda disini pasti ingat bahwa tiap-tiap provinsi memiliki ciri-ciri kenampakan alam yang berbeda-beda. Adapun kenampakan alam di Indonesia yang dapat Anda lihat pada peta adalah kenampakan alam daratan dan perairan. Alam daratan berupa pegunungan, gunung, dataran rendah, dan tanjung. Sedangkan kenampakan alam perairan berupa sungai, danau, laut, dan selat. Berikut ini akan dijelaskan kenampakan alam wilayah Indonesia seperti pegunungan, gunung, sungai, danau, laut, dan selat.


A. PEGUNUNGAN

Pegunungan Jayawijaya, Papua

Kali ini kita akan membahas pegunungan-pegunungan yang terdapat di beberapa pulau besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian.

PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA


Bangsa Jepang pernah menguasai Indonesia selama 3,5 tahun. Namun, pendudukan dalam waktu yang singkat ini menyebabkan penderitaan yang luar biasa.


1. Kedatangan Jepang di Indonesia

Dalam Perang Dunia II (1939-1945), Jepang bergabung dengan Jerman dan Italia melawan Sekutu. Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Pada tanggal 8 Desember 1941 pasukan Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour (Hawai).
Terjadilah Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya. Dalam waktu singkat, pasukan Jepang mnyerbu dan menduduki Filipina, Myanmar, Malaya, Singapura, dan Indonesia.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN STATISTIKA


Bagaimana kita mendefinisikan kata statistika? Kita sering menemuinya dalam bahasa sehari-hari. Sebenarnya statistika mempunyai dua arti. Dalam penggunaan yang lebih umum, statistika mengacu kepada informasi numerik. Contoh-contohnya melputi upah awal rata-rata seorang lulusan perguuruan tinggi, jumlah kematian karena kecanduan alkohol selama satu tahun lalu, perubahan Dow Jones Industrial Average dari kemarin hingga hari ini, dan jumlah home run yang dilakukan tim baseball Chicago Cubs selama musim pertandingan tahun 2005. Pada contoh-contoh ini, statistiknya adalah nilai atau persentase. Contoh lainnya.
  • Rata-rata mobil di Amerika Serikat menempuh 11.099 mil per tahun, bus 9.353 mil per tahun, dan truk 13.942 mil per tahun. Di Kanada: 10.371 mil untuk mobil, 19.823 mil untuk bus, dan 7.001 mil untuk truk.
  • Waktu rata-rata untuk menunggu bantuan teknis adalah 17 menit.
  • Panjang siklus bisnis rata-rata sejak tahun 1945 adalah 61 bulan.

Contoh-contoh di atas merupakan contoh-contoh statistika (statistic). Kumpulan informasi numerik disebut juga statistika (statistics).

JENIS-JENIS ANGGARAN DALAM SEKTOR PUBLIK


Secara garis besar, anggaran dapat diklasifikasikan menjadi berikut.

1. Anggaran operasional dan anggaran modal (current vs capital budgets)

Berdasarkan jenis aktivitasnya, anggaran dibagi menjadi anggaran operasional dan anggaran modal.

Anggaran operasional digunakan untuk merencanakan kebutuhan dalam menjalankan operasi sehari-hari dalam kurun waktu satu tahun. Anggaran operasional ini juga sering dikelompokkan sebagai pengeluaran pendapatan (revenue expenditure), yaitu jenis pengeluaran yang bersifat rutin dan jumlahnya kecil serta tidak menambah fungsi suatu aset.

PENYEBAB RISIKO INFORMASI DALAM AUDIT


Dengan makin kompleksnya masyarakat, makin besar pula kemungkinan pengambil keputusan menerima informasi yang tidak andal. Beberapa alasannya adalah jauhnya informasi, keberpihakan (bias) dan motif dari penyedia, data yang sangat banyak, serta adanya transaksi pertukaran yang kompleks.

Jauhnya Informasi. Dalam perekonomian global, hampir mustahil bagi seseorang pengambil keputusan untuk mengetahui secara langsung organisasi yang menjadi rekan usahanya. Informasi yang disediakan oleh pihak-pihak lain harus menjadi andalan. Apabila informasi diperoleh dari pihak lain, kemungkinan bahwa informasi itu disalahsajikan secara sengaja ataupun tidak sengaja jauh lebih besar.

REGULASI TENTANG BADAN HUKUM MILIK NEGARA DAN BADAN HUKUM PENDIDIKAN


Badan Hukum Milik Negara (BHMN) adalah salah satu bentuk badan hukum di Indonesia yang awalnya dibentuk untuk mengakomodasi kebutuhan khusus dalam rangka "privatisasi" lembaga pendidikan yang memiliki karakteristik tersendiri, khususnya sifat non-profit meski berstatus sebagai badan usaha.

Penetapan sebuah universitas menjadi berstatus BHMN ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah. Universitas yang pertama kali ditetapkan berstatus BHMN oleh pemerintah adalah empat universitas negeri di tahun 2000.
  1. Universitas Indonesia (UI) di Jakarta melalui Peraturan Pemerintah Nomor 152 Tahun 2000 tentang Penetapan Universitas Indonesia sebagai Badan Hukum Milik Negara.
  2. Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta melalui Peraturan Pemerintah Nomor 153 Tahun 2000 tentang Penetapan Universitas Gajah Mada sebagai Badan Hukum Milik Negara.
  3. Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 154 Tahun 2000 tentang Penetapan Institut Pertanian Bogor sebagai Badan Hukum Milik Negara.
  4. Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 155 Tahun 2000 tentang Penetapan Institiut Teknologi Bandung sebagai Badan Hukum Milik Negara.

KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI PEMERINTAHAN MENURUT SAP


Kerangka konseptual akuntansi pemerintahan merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah untuk menjadi acuan bagi:
  1. penyusun standar akuntansi pemerintahan dalam melaksanakan tugasnya,
  2. penyusun laporan keuangan dalam menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar,
  3. pemeriksa dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
  4. para pengguna laporan keuangan dalam menafsirkan informasi yang disajikan pada laporan keuangan yang disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN NEGARA


Penentuan objek pemeriksaan, perencanaan dan pelaksanaan pemeriksaan, penentuan waktu dan metode pemeriksaan, serta penyusunan dan penyajian laporan pemeriksaan dilakukan secara bebas dan mandiri oleh BPK. Dalam merencanakan tugas pemeriksaan, BPK memperhatikan permintaan, saran, dan pendapat lembaga perwakilan. Untuk melaksanakan hal itu, BPK atau lembaga perwakilan dapat mengadakan pertemuan konsultasi.

Dalam merencanakan tugas pemeriksaan, BPK dapat mempertimbangkan informasi dari pemerintah, bank sentral, dan masyarakat. Dalam menyelenggarakan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negaran, BPK dapat memanfaatkan hasil pemeriksaan aparat pengawasan intern pemerintah. Oleh karena itu, laporan hasil pemeriksaan intern pemerintah wajib disampaikan kepada BPK.

PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM (BLU)


Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dapat dibentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang diperlukan dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kekayaan Badan Layanan Umum merupakan kekayaan negara yang tidak dapat dipisahkan serta dikelola dan dimanfaatkan sepenuhya untuk menyelenggarakan kegiatan Badan Layanan Umum yang bersangkutan.

REGULASI TENTANG BADAN LAYANAN UMUM


Badan Layanan Umum (BLU) adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan. Dalam melakukan kegiatannya, BLU didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

Yang dapat menjadi BLU adalah satuan kerja pemerintah operasional yang melayani publik seperti layanan kesehatan, pendidikan, pengelolaan kawasan, pengelolaan dana bergulir untuk usaha kecil dan menengah, lisensi, dan lain-lain. Kriteria yang dianggap lebih lengkap bagi suatu satuan kerja untuk dapat menjadi BLU adalah:

REGULASI TENTANG PARTAI POLITIK


Regulasi tentang partai politik telah dikembangkan sejak lama, tetapi berkembang dengan pesat sejak era reformasi dengan sistem multipartainya. Undang-undang yang pertama ada setelah era reformasi adalah Undang-Undang Nomor 2 tahun 1999 tentang Partai Politik. Seiring dengan perkembangan masyarakat dan perubahan sistem ketatanegaraan yang dinamis di awal-awal era reformasi, undang-undang ini diperbarui dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik.

REGULASI TENTANG YAYASAN


Yayasan merupakan salah satu bentuk badan hukum yang keberadaannya telah lama berkembang di Indonesia. Yayasan adalah badan hukum yang terdiri atas kekayaan yang dipisahkan dan diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota.

Yayasan dapat melakukan kegiatan usaha untuk mencapai maksud dan tujuannya dengan mendirikan badan usaha dan/atau ikut serta dalam suatu badan usaha dengan persyaratan-persyaratan tertentu.

KEBUTUHAN REGULASI DAN STANDAR DI SEKTOR PUBLIK


Pada era keterbukaan seperti sekarang ini, informasi berperan penting bagi kita semua. Informasi merupakan sarana komunikasi efektif antara anggota masyarakat dengan anggota masyarakat lainnya atau antara suatu entitas tertentu dengan masyarakat di sekitarnya. Pada kondisi tersebut, penyajian informasi yang utuh akan menciptakan transparansi dan pada gilirannya akan mewujudkan akuntabilitas publik.

Kita mengetahui bahwa aktivitas organisasi sektor publik memengaruhi hajat hidup orang banyak. Atas fakta itu, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan yang merugikan masyarakat, organisasi sektor publik perlu diatur dengan peraturan-peraturan. Nantinya, regulasi ini akan bersifat lebih detail dibandingkan dengan regulasi yang mengatur sektor komersial mengingat sifatnya yang memengaruhi kepentingan orang banyak.

MENGAPA MEMPELAJARI STATISTIKA


Apabila Anda melihat daftar buku-buku di universitas Anda, Anda akan mendapati bahwa statistik dibutuhkan oleh banyak program studi di perguruan tinggi. Mengapa demikian? Apa perbedaan kuliah statistik yang diajarkan di Fakultas Teknik, jurusan Psikologi atau Sosiologi di Liberal Arts College, dan Fakultas Bisnis? Perbedaan terbesar terdapat pada contoh-contoh yang digunakan. Materi kuliahnya pada dasarnya sama. Pada Fakultas Bisnis, kita menghadapi hal-hal seperti keuntungan, jam kerja, dan upah. Para psikolog menangani nilai-nilai ujian, dan para insinyur ingin mengetahui berapa banyak unit yang dibuat oleh mesin-mesin tertentu. Akan tetapi, ketiganya juga berkenaan dengan nilai umum dan berapa banyak variasi yang terdapat pada data. Mungkin ada juga perbedaan dalam tingkat pemahaman matematika yang dibutuhkan. Kuliah statistika teknik biasanya membutuhkan pemahaman mengenai kalkulus. Kuliah statistika di fakultas bisnis dan pendidikan biasanya lebih menekankan penerapannya.