MENGOMENTARI PEMBACAAN PUISI BARU TENTANG LAFAL, INTONASI, DAN EKSPRESI YANG TEPAT


Puisi baru tercipta pada masa angkatan Pujangga Baru. Para pencipta puisi baru berusaha melepaskan diri dari ikatan-ikatan puisi lama. Yang termasuk puisi baru, yaitu distikon (2 baris), tersina (3 baris), quartin (4 baris), quint (5 baris), sektet (6 baris), septima (7 baris), oktaf (8 baris), dan soneta (14 baris).

Cara membaca puisi dapat dilakukan dengan teknik-teknik berikut.
  1. Deklamasi, yaitu pembacaan puisi yang menekankan pada ketepatan pemahaman, ketepatan ekspresi wajah dan disertai gerak-gerik tubuh yang lebih bebas.
  2. Musikalisasi, adalah pembacaan puisi yang diiringi dengan musik (gitar, kendang, piano, drum, dan lain-lain).
  3. Membaca indah, merupakan pembacaan puisi yang mentikberatkan pada pemahaman, keindahan vokal dan ketepatan ekspresi.

Pada saat puisi dibacakan kita dapat memberikan tanggapan, komentar berupa kritik maupun saran terhadap puisi tersebut. Tanggapan yang diberikan meliputi pelafalan, intonasi, serta ekspresi yang terlihat pada si pembaca puisi. Agar lebih mudah dalam menanggapi pembacaan puisi, kita dapat menanggapi dari segi lafal, intonasi, dan ekspresi.


Twitter: @darikelas
Facebook: Dari Kelas

0 komentar:

Posting Komentar